Selamat Datang
Api adalah salah satu alat tertua umat manusia dan juga salah satu bahaya terbesarnya. Hari ini kamu akan belajar menanganinya dalam kedua cara tersebut.
Seorang penangan api yang terampil dapat menyalakan api dari nol, menjaganya tetap menyala selama berjam-jam, dan meninggalkan tempat perkemahan tanpa jejak bahwa api pernah ada di sana.
Seorang penangan api yang tidak terampil dapat memulai kebakaran hutan, membakar tenda, dan membuat orang dirawat di rumah sakit.
Di akhir pelajaran ini, kamu akan tahu cara menjadi tipe yang pertama.
Pemanasan
Mari Mulai!
Sebelum kita mempelajari ilmu dan aturannya, pikirkan apa yang pernah kamu lihat.
Tiga Sisi, Setiap Api
Apa yang Dibutuhkan Setiap Api
Setiap api di Bumi membutuhkan tiga hal secara bersamaan:
- Panas — percikan api, nyala korek api, gesekan
- Bahan Bakar — segala sesuatu yang dapat terbakar, seperti kayu, kertas, atau rumput
- Oksigen — udara yang kita hirup (api juga menghirupnya)
Kita menyebutnya segitiga api. Ketiga sisinya harus ada agar api bisa menyala.
Hilangkan salah satu sisi saja dan api akan padam. Itulah rahasianya.
Ingin memadamkan api? Kamu tidak perlu melawan ketiganya. Kamu hanya perlu menghilangkan satu saja.
Terapkan Segitiga
Sekarang kamu punya alat. Gunakanlah.
Kecil ke Besar: Tinder, Kindling, Fuel
Tiga Tahap Bahan Bakar
Nyala korek api sangat kecil. Sebatang kayu sangat besar. Kamu tidak bisa menyalakan kayu langsung dengan korek api.
Anda harus membangun panas melalui tiga tahap:
- Tinder — bahan kering terkecil: rumput kering, serpihan kulit kayu, jarum pinus, kertas, serat halus. Menyala dari satu percikan api.
- Kindling — ranting kering seukuran pensil. Menyala dari tinder.
- Fuel — kayu gelondongan kering seukuran pergelangan tangan. Menyala dari kindling.
Terkecil dulu. Terbesar terakhir. Setiap tahap menyerahkan panasnya ke tahap berikutnya.
Lewatkan satu tahap dan api Anda akan padam. Kesabaran membangun nyala yang lebih besar.
Dalam Urutan Apa Anda Menambahkan Bahan Bakar?
Anda memiliki ketiga ukuran kayu siap di samping Anda. Anda menyalakan korek api.
Disiplin Lokasi
Seperti Apa Lokasi Api yang Aman
Sebagian besar kebakaran hutan berasal dari api unggun yang dibangun di tempat yang salah.
Lokasi api yang aman memiliki semua ini:
- Lingkaran yang dibersihkan minimal 10 kaki, tanpa daun, tanpa ranting, tanpa rumput kering
- Cincin api dari batu atau lubang logam untuk menahan bara api
- Minimal 10 kaki dari setiap tenda, tabung bahan bakar, dan batang pohon
- Tidak ada cabang rendah di atas api (panas naik, cabang bisa terbakar)
- Ember air dan sekop dalam jangkauan tangan sebelum Anda menyalakan korek api
- Periksa angin sebelum menyalakan — angin kencang berarti jangan menyalakan sama sekali
Temukan Bahayanya
Sekarang Anda tahu seperti apa lokasi yang baik. Balikkan pertanyaannya.
Cara Mengetahui Api Benar-Benar Padam
Aturan Tiga Kata
Berikut adalah pepatah yang dihafal setiap petugas pemadam kebakaran hutan:
Tenggelamkan. Aduk. Rasakan.
1. Tenggelamkan — tuangkan banyak air ke atas abu. Lebih banyak dari yang Anda kira perlu.
2. Aduk — gunakan tongkat untuk mengaduk abu basah. Bara yang terkubur bisa membara berjam-jam jika langkah ini dilewati.
3. Rasa — letakkan punggung tanganmu di dekat (bukan di atas) abu. Jika kamu merasakan ADA kehangatan, ulangi seluruh langkah.
Jangan pergi sampai abu terasa dingin saat disentuh. Bara yang terkubur bisa memulai kebakaran hutan berhari-hari kemudian.
Jika kamu tidak punya cukup air, padamkan api dengan tanah dan aduk hingga tercampur. Dingin saat disentuh adalah satu-satunya garis akhir.
Bagaimana Kamu Tahu?
Kamu sudah menuang air. Api sudah padam. Cincin api terlihat tenang.
Pilih Satu Aturan
Satu Aturan yang Akan Dibawa
Kamu telah mempelajari segitiga api, urutan membangun, disiplin lokasi, dan cara mengetahui api sudah padam.
Setiap aturan ini telah menyelamatkan hutan di suatu tempat.
Pilih satu yang akan kamu pegang teguh.