Trik Terbaik: Coba dari Ingatan
Coba dari Ingatan
Misalnya, kamu sedang belajar kata ejaan baru, seperti teman.
Sebagian besar anak hanya melihat kata itu berulang kali. Itu terasa mudah, tetapi tidak banyak membantu otakmu.
Berikut adalah cara yang lebih kuat: tutup kata tersebut, lalu coba ucapkan atau tulis dari ingatanmu. Setelah mencoba, buka kembali dan periksa. Apakah kamu berhasil? Bagus! Apakah ada huruf yang terlewat? Sekarang kamu tahu persis apa yang harus dilatih.
Saat kamu membuat otakmu berusaha mencari jawaban, otak menjadi lebih kuat, seperti otot. Hanya melihatnya lagi ibarat menonton orang lain mengangkat beban.
Giliranmu
Giliranmu
Bayangkan kamu memiliki lima kata ejaan yang harus dipelajari untuk hari Jumat.
Sedikit Setiap Hari Lebih Baik Daripada Menghafal Sekali Guna
Sedikit Setiap Hari
Bayangkan kamu ingin menghafal perkalian, seperti 6 x 7.
Kamu bisa mencoba menghafalnya SEMUA dalam satu malam yang panjang. Tapi otakmu akan lelah, dan keesokan harinya banyak yang akan lupa.
Berikut rencana yang lebih baik: latihan sedikit setiap hari. Hanya beberapa menit setiap hari lebih efektif daripada menghafal banyak sekaligus.
Pikirkan tentang menumbuhkan tanaman. Kamu menyiramnya sedikit setiap hari. Kamu tidak akan menuangkan satu ember penuh sekaligus sebulan sekali dan berharap tanaman itu tumbuh!
Setiap kali kamu kembali mempelajari sesuatu pada hari berikutnya, otakmu berkata, "Oh, ini penting, mari kita simpan." Sedikit hari ini, sedikit besok, dan segera kamu akan menguasainya.
Giliranmu
Giliranmu
Gurumu memberimu dua minggu untuk belajar lagu untuk pertunjukan.
Kesalahan Membantu Kamu Belajar
Kesalahan Adalah Petunjuk, Bukan Kegagalan
Ketika kamu melakukan kesalahan, rasanya bisa tidak menyenangkan. Tapi ada rahasia yang diketahui oleh para pembelajar hebat: kesalahan adalah petunjuk.
Kesalahan menunjukkan kepadamu titik persis di mana otakmu membutuhkan sedikit latihan lagi. Tanpa kesalahan itu, kamu tidak akan tahu ke mana harus melihat!
Misalnya, kamu mengeja because menjadi "becuase". Kesalahan itu menunjuk tepat pada bagian yang sulit: au. Sekarang kamu tahu untuk melambat di sana lain kali.
Jadi, ketika kamu salah, jangan merasa buruk. Katakan, "Terima kasih, kesalahan! Sekarang aku tahu apa yang harus dilatih." Lalu coba lagi. Itulah cara otakmu berkembang.
Giliranmu
Giliranmu
Bayangkan kamu salah menjawab satu fakta matematika di lembar latihanmu, seperti 8 + 5.
Jika Kamu Bisa Menjelaskannya, Kamu Memahaminya
Ajarkan kepada Seseorang
Inilah trik terakhir, dan ini yang menyenangkan. Ketika kamu bisa menjelaskan sesuatu kepada orang lain, itulah cara kamu tahu bahwa kamu benar-benar sudah memahaminya.
Cobalah mengajarkan apa yang kamu pelajari kepada orang dewasa, teman, adik laki-laki atau perempuan, atau bahkan hewan peliharaan atau boneka! Saat kamu menjelaskan, kamu akan menyadari bagian-bagian yang kamu kuasai dengan baik dan bagian-bagian yang masih membingungkan.
Bagian-bagian yang membingungkan adalah hadiah. Mereka menunjukkan apa yang harus kamu latih selanjutnya. Kemudian kamu bisa menjelaskannya lagi, bahkan lebih baik.
Satu lagi ide yang lembut: kadang-kadang komputer atau aplikasi bisa langsung memberikan jawaban. Itu bisa berguna. Tapi jika kamu selalu membiarkannya menjawab untukmu, otakmu tidak akan berkembang. Coba cari tahu dan katakan dengan bahasamu sendiri DULU. Lalu periksa. Percobaan pertama itulah yang membuat otakmu lebih kuat.
Giliranmu
Giliranmu
Kamu baru saja belajar bagaimana ulat berubah menjadi kupu-kupu.